Jumat, 11 April 2008

Geriatri (Lansia), kemana harus berobat ?

Populasi penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terkategorikan pada tingkatan usia lanjut yaitu diatas 60 tahun mencapai persentase 14% dari jumlah keseluruhan penduduk DIY. Data ini tercatat pada kurun waktu akhir tahun 2005. Dengan demikian, populasi penduduk lansia terbanyak di Indonesia ada di DIY. Seseorang pada tingkatan usia lanjut, sangat rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Hal ini disebabkan, secara alamiah kemampuan fungsional tubuh para lansia mengalami penurunan, meski secara bertahap. dr. I Dewa Putu Pramantara,SP.PD sebagai kepala Poliklinik Geriatri (lansia) dan Ketua SMF Geriatri RSUP Dr Sardjito mengungkapkan “Pada kondisi seperti ini, RS Dr. Sardjito berupaya seoptimal mungkin mengakomodir segala kebutuhan pelayanan kesehatan bagi pasien lansia”. Pemberlakuan prosedur-prosedur penanganan pasien sejauh ini kian hari semakin ditingkatkan.

Poliklinik geriatri berdiri khusus untuk menangani pelayanan kesehatan para pasien lansia. Keberadaan poklinik ini memang sangat dibutuhkan bagi para lansia. Rata-rata ada sekitar 30 orang per hari yang mengontrol kesehatannya secara rutin. Pasien dapat mengakses beberapa pilihan layanan yang disediakan. Mulai dari layanan rawat jalan kemudian layanan rawat inap, pasien ditempatkan khusus di Bangsal Geriatri yang berada di Lt.1 Bougenville IV dan terakhir adalah layanan homecare (rawat rumah). Pasien cukup melakukan perawatan di rumah saja dan akan ada tim khusus yang dikirimkan ke rumah pasien. “Awalnya poliklinik ini dirintis oleh dr. Tri Wibowo SP,PD.K,Ger, pertama kali hanya dengan membuka layanan rawat jalan pada tahun 1992, kemudian berlanjut pada layanan rawat inap dan rawat homecare pada tahun 2000” ungkap dr. I Dewa Putu Pramantara S,Sp.PD.

Program layanan unggulan yang dimilki oleh Poliklnik Geriatri adalah program Assessment Geriatri. Program ini telah dibuka sejak tahun 1998, merupakan program semacam check up medis dengan melakukan kajian pada pasien lansia secara holistik dan utuh. Melibatkan tim khusus, mereka adalah para nurse, rehab medik, ahli farmasi, gizi, ahli geriatric, ahli saraf, psikiatri, ahli gigi, dan medical social worker. Pemeriksaan terhadap pasien ditinjau dari berbagai kondisi, mulai dari fisik, psikologi, gigi, kemampuan fungsional, dan social ekonomi. “Proses pemeriksaan ini berbeda dengan check up seperti biasanya, pasien hanya duduk manis dalam sebuah ruangan dan tim secara bergantian melakukan kajiannya masing-masing” ungkap dr. I Dewa Putu Pramantara S,Sp.PD. Biaya yang dikeluarkan tidak mahal, hanya senilai 600 ribu rupiah setiap kali pemeriksaan.

Kemampuan unggulan yang ada untuk Rumah Sakit yang bertipe kelas A seperti RS Dr. Sardjito adalah penanganan para lansia yang sangat rapuh (frail elderly). Mereka ini merupakan pasien dengan kondisi sakit, yang sangat kompleks, frekuensi keluar-masuk rumah sakit tinggi, dan resiko komplikasi baik penyakit atau pengobatan yang tinggi pula. Para pasien ini dirawat secara terpadu oleh para perawat yang setia menangani pasiennya. Perawat-perawat tersebut biasanya disebut perawat gerontik, perawat yang khusus menangani para lansia dan para dokter ahlinya mereka adalah
- Dr. Ova Emelia, M.Med., Sp.OG
- Dr. dr. Hj. Wasilah R, Sp. PD. K Ger
- dr. I Dewa Putu Pramantara, Sp. PD
- dr. Probosuseno, Sp. PD
- dr. Nyoman Kertia, Sp. PD-KR
- dr. Purwono R, Sp.PD-KR
- dr. Poernojo Dahlan, Sp. S (K)
- Wuryanto Aksan, Sp. Th
- dr. Moetrasi, SKF., DTM & H., Sp.KJ
- dr. Bambang Hasta Yoga, Sp. KJ
- dr. Fajar Waskito, Sp.KK., M.Kes

Kedepannya, Poliklnik Geriatri RS dr. Sardjito lebih mengedepankan pembenahan fasilitas yang ada serta berencana mengembangkan layanan homecare segera mungkin. Hal ini untuk lebih memberikan kondisi yang nyaman dan kondusif kepada pasien. “Layanan homecare ini sebenarnya lebih memudahkan pasien untuk melakukan perawatan, hanya cukup di rumah, sedangkan budgetnya akan terasa lebih ringan.” Tambahnya lagi, “Saat ini, kita lagi melakukan renovasi gedung bangsal rawat inap, selagi memastikan gedung kantor kita ini yang masih sering berpindah-pindah. “

0 komentar: